Masih ingat dan belum lupa. Sepertinya aku enggan melupakannya. Tapi aku harus melupakannya secepat mungkin.
Kamu yang membuat aku luka dan jatuh seperti ini. Tapi kamu jangan pernah beranggapan bahwa aku tak bisa bangkit dari keterpurukanmu setelah kamu memilih pergi dengan wanita lain.
Aku mulai merancang hari-hari bahagiaku esok dan aku telah merancang untuk mengubur masa laluku yang kelam kemarin.
Yeahhh.. Aku mulai terbiasa tanpamu, aku menikmati semua ini, aku menikmati hari-hariku dengan penuh tawa dan tak ada tangisan yang disebabkan olehmu.
Aku mulai membuka lembaran baru. Bukan berarti aku dengan mudah mendapatkan gantimu.
Aku hanya sedang ingin sendiri dan hanya ingin bahagia walaupun mungkin aku tau bahagia itu kurang sempurna karena tak ada kamu di sampingku. Ahhh .. sudahlah dia hanya bisa membuatku menangis , aku bisa bahagia dengan caraku sendiri.
Jangan pernah kamu mencoba untuk mengusik kehidupanku lagi, aku muak dengan kehadiranmu dihidupku.
Lihat aku sekarang ! Bukankah aku lebih baik dari pada kemarin. Bukankah aku lebih bahagia dari pada kemarin?
Kamu seharusnya lihat aku sekarang karena aku mulai bahagia dengan kepergianmu.
Jangan pernah samakan aku dengan wanita yang pernah kamu singgahi hanya untuk kamu mainkan.
Aku beda dengan mereka, aku yang paling terlihat terluka diantara mereka , tapi aku juga yang dengan mudah bahagia karena kepergianmu. Kamu tanya kenapa aku secepat itu aku melupakanmu?
Hahh tepatnya bukan melupakanmu, aku hanya membiasakan diri untuk tidak selalu bergantung denganmu.
Tuhan baik karena Tuhan menunjukan bagaimana dirimu.
Tuhan tak ingin melihat aku mencintai seseorang yang salah. Memang aku telah mencintaimu, tapi aku juga akan melupakanmu.
Lihat aku esok ! aku akan lebih baik dari kemarin dan hari ini karena aku punya cara sendiri untuk bahagia.
Sabtu, 29 Juni 2013
Jumat, 21 Juni 2013
Bolehkah aku menyebutmu PLAYBOY?
Aku mulai membuka lembar-lembar tulisan yang aku tulis dulu.
Kalau boleh aku menghapusnya, kenapa aku ingin menghapus tulisan-tulisan itu?
Karena tulisan-tulisanku itu salah dan bahkan salah besar.
Ditulisanku beberapa bulan yang lalu aku menuliskan kalau kamu seorang cowok yang beda,memang kamu beda. Beda sekali dengan cowok yang lainnya karena caramu mempermainkanku sangat istimewa sehingga aku sampai jatuh berdarah seperti ini.
Betapa bodohnya aku menganggap dirimu baik,manis dan perhatian 3bulan yang lalu.
Ternyata kamu hanya menganggapku teman, tidak lebih.
Kalau aku boleh bicara, aku menganggapmu lebih dari teman,sahabat dan kakak, tak ubahnya kamu adalah sosok yang selama ini aku cari dan lebih tepatnya imamku nanti.
Ternyata benar omongan orang banyak kalau kamu seorang playboy.
Ternyata aku yang salah mengartikan semua ucapan dan tindakanmu terhadapku.
Ternyata kamu lakukan itu ke semua wanita yang ada di sekililingmu.
Bolehkah sekarang aku menyebutmu seorang playboy?
Setelah sekian lama aku tak pernah mempercayai omongan orang bahwa kamu itu seorang playboy.
Dan mulai hari ini aku benar-benar merasakan bahwa kamu memang seorang playboy.
Aku benar-benar baru menyadari bahwa kamu playboy.
Tolol! aku memang tolol kenapa aku selama ini tak pernah menghiraukan ucapan orang-orang bahwa kamu adalah seorang playboy.
Iya .. karena kamu telah menutup telinga dan mataku akan ucapan,sikap dan perhatianmu.
Andai aku mendengar semua ucapan mereka, pasti aku tak kan merasakan sakit yang sedalam ini.
Teman-temanku banyak yang tidak setuju akan kedekatanku denganmu.
Tapi aku berusaha meyakinkan mereka bahwa kamu telah berubah, bahwa kamu sekarang adalah kamu yang mampu menghargai seorang wanita.
Hahhh.. Bodoh ! ternyata usahaku selama ini untuk meyakinkan teman-temanku terjawab sudah dengan semua yang kamu lakukan terhadapku sekarang, dengan semua tingkah lakumu yang benar-benar mampu merobek dan menyayat hatiku.
Apa kamu tak pernah melihat bagaimana usahaku meyakinkan kedua orang tuaku bahwa kamu adalah sosok yang aku cari selama ini? Kamu tak pernah berfikir untuk itu semua . yang kamu fikir adalah bagaimana caranya kamu mampu membuatku jatuh ke dalam lubang yang kamu siapkan.
Coba lihat aku sekarang,tengok aku sebentar, apakah aku baik-baik saja ketika kamu beranjak pergi dengan wanita lain?
Apa kamu tak melihat air mata yang mengalir deras di pipiku, apa kamu tak pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini.
Mungkin memang kamu sudah enggan untuk tau tentang aku.
Terimakasih untuk laki-laki yang selalu mempermainkan wanita hanya untuk kesenangan sesaat.
Kalau boleh aku menghapusnya, kenapa aku ingin menghapus tulisan-tulisan itu?
Karena tulisan-tulisanku itu salah dan bahkan salah besar.
Ditulisanku beberapa bulan yang lalu aku menuliskan kalau kamu seorang cowok yang beda,memang kamu beda. Beda sekali dengan cowok yang lainnya karena caramu mempermainkanku sangat istimewa sehingga aku sampai jatuh berdarah seperti ini.
Betapa bodohnya aku menganggap dirimu baik,manis dan perhatian 3bulan yang lalu.
Ternyata kamu hanya menganggapku teman, tidak lebih.
Kalau aku boleh bicara, aku menganggapmu lebih dari teman,sahabat dan kakak, tak ubahnya kamu adalah sosok yang selama ini aku cari dan lebih tepatnya imamku nanti.
Ternyata benar omongan orang banyak kalau kamu seorang playboy.
Ternyata aku yang salah mengartikan semua ucapan dan tindakanmu terhadapku.
Ternyata kamu lakukan itu ke semua wanita yang ada di sekililingmu.
Bolehkah sekarang aku menyebutmu seorang playboy?
Setelah sekian lama aku tak pernah mempercayai omongan orang bahwa kamu itu seorang playboy.
Dan mulai hari ini aku benar-benar merasakan bahwa kamu memang seorang playboy.
Aku benar-benar baru menyadari bahwa kamu playboy.
Tolol! aku memang tolol kenapa aku selama ini tak pernah menghiraukan ucapan orang-orang bahwa kamu adalah seorang playboy.
Iya .. karena kamu telah menutup telinga dan mataku akan ucapan,sikap dan perhatianmu.
Andai aku mendengar semua ucapan mereka, pasti aku tak kan merasakan sakit yang sedalam ini.
Teman-temanku banyak yang tidak setuju akan kedekatanku denganmu.
Tapi aku berusaha meyakinkan mereka bahwa kamu telah berubah, bahwa kamu sekarang adalah kamu yang mampu menghargai seorang wanita.
Hahhh.. Bodoh ! ternyata usahaku selama ini untuk meyakinkan teman-temanku terjawab sudah dengan semua yang kamu lakukan terhadapku sekarang, dengan semua tingkah lakumu yang benar-benar mampu merobek dan menyayat hatiku.
Apa kamu tak pernah melihat bagaimana usahaku meyakinkan kedua orang tuaku bahwa kamu adalah sosok yang aku cari selama ini? Kamu tak pernah berfikir untuk itu semua . yang kamu fikir adalah bagaimana caranya kamu mampu membuatku jatuh ke dalam lubang yang kamu siapkan.
Coba lihat aku sekarang,tengok aku sebentar, apakah aku baik-baik saja ketika kamu beranjak pergi dengan wanita lain?
Apa kamu tak melihat air mata yang mengalir deras di pipiku, apa kamu tak pernah merasakan apa yang aku rasakan saat ini.
Mungkin memang kamu sudah enggan untuk tau tentang aku.
Terimakasih untuk laki-laki yang selalu mempermainkan wanita hanya untuk kesenangan sesaat.
Senin, 10 Juni 2013
Sepuluh Juni Yang ke 2
Alarm ku berbunyi ketika waktu menunjukan pukul 00.00 WIB
Seketika aku bangun dan melihat layar HP dan ada sebuah tulisan 2tahun yang lalu
Iya 2tahun yang lalu ketika aku dan kamu pertama kali bertemu,Iya 2tahun yang lalu pertama kali aku menyukai dirimu
Tanggal Sepuluh yang harusnya udah 24kali kita lalui bersama namun hanya 15 atau 16 kali saja kita lalui itu bersama
10 Juni 2011 iya aku selalu ingat dengan tanggal itu , nggak akan pernah aku lupakan dan bahkan aku selalu ingin merayakan tanggal itu
Ingatkah ketika tanggal 10 Juni 2012 lalu kita masih merayakannya?
Sepulang sekolah kamu masih main kerumahku untuk sekedar mengingat dan mengungkit pertama kali kita bertemu dulu
Bukankah itu semua membuat kita tertawa? kamu bilang itu lucu,istimewa dan yang lainnya.
Aku benar-benar sangat menikmati 10 Juni tahun lalu.
Masihkah ada kado yang aku berikan ke kamu saat 10 Juni 2012 lalu?
Masihkah kamu pajang kado itu di dinding kamarmu?
Katamu itu kado yang paling indah yang pernah kamu dapatkan.
Dulu pukul 00.00 WIB kamu masih mengirim pesan singkat untuk sekedar mengucapkan "Selamat tanggal 10 Juni nyit" .
Aku benar-benar merasa bahagia ketika itu karena aku yakin kamu selalu ingat tanggal itu.
Tapi tahun ini? mana kamu? mana kita?
Aku merayakannya sendiri, aku mengucapkan "selamat tanggal 10 Juni" kepada diriku sendiri.
Untuk mengirim pesan singkat pun aku tak berani karena aku sadar akan posisiku sekarang.
Ada dia yang membuat 10 Juni tak berarti lagi bagimu.
Sampai detik ini pun aku belum memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat ke kamu.
Sebenarnya aku juga ingin tahun ini merayakan 10 Juni bersamamu lagi seperti tahun lalu.
Walaupun sebentar dan walaupun kamu sudah menjadi miliknya.
Aku akan tunggu pesan singkat mu sampai nanti pukul 00.00 WIB.
Aku berharap kamu mengucapkan "selamat tanggal 10 Juni".
Teman.. tolong sampaikan ke dia kalau kalian bertemu besok.
Ingatkan dia bahwa hari ini adalah hariku dan dia.
Beri aku ucapan "selamat tanggal 10 juni yang ke 2" teman-temanku.
Karena aku benar-benar merindukan ucapan itu.
Tuhan.. Aku merindukannya, tapi aku tak berhak untuk merindukannya.
Aku benar-benar merindukan itu semua.
Ketika merindukannya, aku pun tak pernah berharap dia kembali ke pelukanku. Aku hanya ingin dia mengingat hari special aku dan dia.
Tuhan.. tolong sampaikan kepada dia bahwa aku merindukannya.
Beri dia mimpi untuk nanti malam,datangkan aku ke dalam mimpinya walau sebentar.
Dan datangkan dia ke dalam mimpiku ketika Engkau tak mampu mendatangkan dia dalam nyataku.
Untuk kamu yang sudah 2 tahun dalam mimpiku,anganku,otakku dan hatiku.
Selamat tanggal SEPULUH JUNI yang ke 2.
Seketika aku bangun dan melihat layar HP dan ada sebuah tulisan 2tahun yang lalu
Iya 2tahun yang lalu ketika aku dan kamu pertama kali bertemu,Iya 2tahun yang lalu pertama kali aku menyukai dirimu
Tanggal Sepuluh yang harusnya udah 24kali kita lalui bersama namun hanya 15 atau 16 kali saja kita lalui itu bersama
10 Juni 2011 iya aku selalu ingat dengan tanggal itu , nggak akan pernah aku lupakan dan bahkan aku selalu ingin merayakan tanggal itu
Ingatkah ketika tanggal 10 Juni 2012 lalu kita masih merayakannya?
Sepulang sekolah kamu masih main kerumahku untuk sekedar mengingat dan mengungkit pertama kali kita bertemu dulu
Bukankah itu semua membuat kita tertawa? kamu bilang itu lucu,istimewa dan yang lainnya.
Aku benar-benar sangat menikmati 10 Juni tahun lalu.
Masihkah ada kado yang aku berikan ke kamu saat 10 Juni 2012 lalu?
Masihkah kamu pajang kado itu di dinding kamarmu?
Katamu itu kado yang paling indah yang pernah kamu dapatkan.
Dulu pukul 00.00 WIB kamu masih mengirim pesan singkat untuk sekedar mengucapkan "Selamat tanggal 10 Juni nyit" .
Aku benar-benar merasa bahagia ketika itu karena aku yakin kamu selalu ingat tanggal itu.
Tapi tahun ini? mana kamu? mana kita?
Aku merayakannya sendiri, aku mengucapkan "selamat tanggal 10 Juni" kepada diriku sendiri.
Untuk mengirim pesan singkat pun aku tak berani karena aku sadar akan posisiku sekarang.
Ada dia yang membuat 10 Juni tak berarti lagi bagimu.
Sampai detik ini pun aku belum memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat ke kamu.
Sebenarnya aku juga ingin tahun ini merayakan 10 Juni bersamamu lagi seperti tahun lalu.
Walaupun sebentar dan walaupun kamu sudah menjadi miliknya.
Aku akan tunggu pesan singkat mu sampai nanti pukul 00.00 WIB.
Aku berharap kamu mengucapkan "selamat tanggal 10 Juni".
Teman.. tolong sampaikan ke dia kalau kalian bertemu besok.
Ingatkan dia bahwa hari ini adalah hariku dan dia.
Beri aku ucapan "selamat tanggal 10 juni yang ke 2" teman-temanku.
Karena aku benar-benar merindukan ucapan itu.
Tuhan.. Aku merindukannya, tapi aku tak berhak untuk merindukannya.
Aku benar-benar merindukan itu semua.
Ketika merindukannya, aku pun tak pernah berharap dia kembali ke pelukanku. Aku hanya ingin dia mengingat hari special aku dan dia.
Tuhan.. tolong sampaikan kepada dia bahwa aku merindukannya.
Beri dia mimpi untuk nanti malam,datangkan aku ke dalam mimpinya walau sebentar.
Dan datangkan dia ke dalam mimpiku ketika Engkau tak mampu mendatangkan dia dalam nyataku.
Untuk kamu yang sudah 2 tahun dalam mimpiku,anganku,otakku dan hatiku.
Selamat tanggal SEPULUH JUNI yang ke 2.
Langganan:
Komentar (Atom)