Jumat, 27 September 2013

Cintaku Yang Terbatas Untukmu

aku tak selamanya bisa mencintaimu
aku hanya sesaat bagimu, aku hanya persinggahan untukmu,aku pun tk berhak untuk mencintaimu secara nyata
aku hanya bisa mencintaimu dalam diam
aku tak pernah engkau kenalkan dengan teman-temanmu
aku ingin seperti wanita yang lainnya, yang selalu kau gandeng dalam acara-acara pentingmu
aku ingin engkau kenalkan dengan keluargamu dan menyebutkan bahwa aku kekasihmu,bukan simpananmu
Tapi kapan itu semua akan terjadi? Entahlah.. aku enggan memikirkan ini semua, ini semua hanya membuatku pusing

Ketika aku menulis ini, aku benar-benar sedang merindukanmu
Aku rindu saat kamu bermanja-manja di peluku dan sibuk mengusap rambutku
Aku rindu tertawa lepas bersamamu
Aku rindu suara khasmu
Aku rindu cerita-cerita mu tentang kuliahmu
Aku benar-benar merindukanmu

Aku memang tak berhak untuk menuntutmu terus berada disini
Namun ketika aku benar-benar merindukanmu seperti saat ini yang terjadi padaku, aku harus berbuat apa?
Aku hanya bisa menangis ketika mengingat kebersamaan kita dulu
Aku ingin semua terjadi lagi saat kita pergi berdua tanpa ada perasaan takut ,cemas dan yang lain
Ahh .. Tapi itu satu tahun yang lalu
Saat ini kamu sepenuhnya milik dia, dan aku hanya 1/4nya saja dan bahkan mungkin tak ada 1/4nya

Aku sering bertanya dalam hati. "Bukankah aku dekat denganmu dan kamu dekat dengannya lebih dahulu aku dekat denganmu? Tapi kenapa kamu jadian dengannya?"
"Oh mungkin memang dia lebih sempurna dariku. Tapi jika memang dia lebih sempurna dariku mengapa kamu masih membutuhkanku? masih mencariku? masih bermesraan denganku? "
Aku bingung untuk menjelaskan hubungan kita ke orang tuaku,sahabat-sahabatku dan kepada yang lainnya ketika mereka mulai menanyakan tentang status kita, tentang hubungan kita selama ini.
Aku enggan berkomentar banyak tentang semua ini, tapi dalam hati kecilku aku juga ingin bertanya kepadamu "apa yang sedang terjadi antara kita berdua?"
Aku yakin kamu tak akan bisa menjawab semua pertanyaanku, maka dari itu sampai sekarang aku diam.
1,5 tahun lebih aku dekat denganmu. Tapi benar-benar tak ada kejelasan tentang hubungan ini dan bahkan semakin runyam karena banyaknya wanita wanita lain yang mulai masuk di kehidupanmu dan perlahan menggantikan posisiku.
Aku tak akan meminta lebih banyak lagi, aku hanya minta pilih salah satu diantara wanita-wanita yang ada di sekelilingmu.

Sabtu, 14 September 2013

Silahkan Pergi

Kamu , kamu dan kamu lagi. Entah sampai kapan kamu akan berotasi di otaku.
Aku sebenarnya lelah untuk semua ini. Aku lelah untuk merindu, aku lelah untuk mencinta, aku lelah untuk mencari, aku lelah untuk kembali dan masih banyak lelah yang tak bisa aku ungkapkan untukmu.
Sampai kapan kamu akan menyakitiku? Sampai aku lelah untuk menerimamu kembali, iya?
Aku tak mengerti kenapa aku masih mau mengizinkanmu kembali dan mencuri hatiku lagi. Padahal aku dengan susah payah untuk bangkit dari rasa sakit yang kamu berikan.
Ya. Aku memang bodoh karena membiarkanmu masuk ke dalam kehidupanku lagi.
Seharusnya aku tau, aku adalah sosok yang kamu cari ketika kamu sedang membutuhkanku saja. Aku adalah sosok yang kamu cari hanya untuk persinggahan setelah kamu putus dengan kekasih-kekasihmu.
Aku tak akan mungkin menjadi kekasihmu, entah kapan itu. Aku yakin kamu tak akan memberiku kepastian tentang hubungan ini. Karena aku sudah mengerti bahwa kamu menyebutku hanya teman dan tak akan lebih dari sekedar teman.

Kamu bisa bahagia dengan wanita-wanita cantik diluar sana dan meninggalkanku dalam sekejap, kamu juga bisa menangis dan bercerita duka hanya denganku, bukan dengan mereka yang kau anggap sosok yang bisa membahagiakanmu. Lihat aku? Bukankah aku terlalu sabar untuk menunggumu ketika kamu membutuhkanku saja. Aku tau aku tak secantik mereka, aku tak semenarik mereka, dan aku tak seanggun mereka. Tapi inilah aku, wanita yang kamu singgahi ketika kamu sedang merasa kesepian dan kau tinggalkan ketika kamu mulai menemukan wanita baru dalam kehidupanmu. Berulang kali kamu pergi,kembali,pergi,kembali dan pergi lagi. Aku bertanya kepada Tuhan akankah kali ini kamu akan kembali lagi denganku ketika kamu membutuhkanku? atau kamu akan pergi selamanya dengan wanita pilihanmu itu. Dia cantik,dia anggun,dia wanita yang kamu cari selama ini. Aku tau semua itu karena dari caramu memanggil dia beda dengan caramu memanggil mantan-mantan kekasihmu dulu.

 Aku tak pernah menyuruhmu untuk meninggalkanku. Tapi aku juga ingin bahagia sepertimu. Karena aku tak ingin bahagia sekejap ketika kamu berada disampingku saat kamu membutuhkanku saja. Aku tak memungkiri, aku bahagia saat bersamamu. Tapi aku juga terluka ketika kamu mulai beranjak pergi meninggalkanku dan bahagia bersama wanita pilihanmu. Aku tak ingin terluka lagi, aku tak ingin meneteskan air mata lagi karenamu. Aku tak ingin membuat hidupku lebih buruk lagi ketika kamu meninggalkanku secara tiba-tiba dan datang tiba-tiba sesuka hatimu. Jika kamu ingin berada disampingku,teruslah disini. Jika kamu ingin pergi meninggalkanku,lakukanlah. Aku tak akan melarangmu untuk pergi. Tapi jangan mencoba untuk kembali lagi bersamaku. Bukannya aku tak ingin mendengar keluh kesahmu, tapi kedatanganmu dan kepergianmu membuatku sakit. Aku akan selalu mendoakan untuk kebaikanmu. Ingatlah dan ketahuilah aku disini menyayangimu lebih dari sekedar teman.