Senin, 30 Desember 2013

Selamat Tahun Baru Cinta Pertamaku

Tinggal beberapa jam lagi kita akan memasuki tahun yang baru. Iya tahun 2014 tepatnya. Dan berakhirlah tahun 2013.
Pergantian tahun kali ini sebenarnya masih sama seperti pergantian tahun kemarin.
Tahun lalu ada sosok wanita yang mengisi hatimu. Tapi itu bukan aku.
Tahun ini ada sesosok wanita baru dihidupmu. Bukan dia yang dulu menemanimu dan mengisi hatimu.
Apa kamu tak pernah ingin merasakan pergantian tahun seperti 2tahun yang lalu.
Aku masih ingat betul saat itu kita akan menginjak tahun 2012 dan kita akan meninggalkan tahun 2011.
Aku benar-benar ingat ketika kamu ingin sekali menghabiskan pergantian tahun itu bersamaku dan bersama keluarga besarmu.

Apakah kamu selalu ingin melewati pergantian tahun dengan wanita yang berbeda-beda?
Ah entahlah, aku tak tau itu.  melaluinya dengan wanita yang berbeda-beda.
Tapi memang pada kenyataannya kamu melalui itu dengan wanita yang berbeda-beda.

Aku tak pernah lupa apa doaku tahun lalu ketika malam pergantian tahun. Aku masih ingat, saat itu aku berdoa kepada Tuhan semoga di tahun 2013 aku dan kamu dipersatukan menjadi kita.
Tapi sampai saat ini pun aku dan kamu masih belum dapat bersatu. Dan lebih parahnya lagi aku dan kamu semakin jauh karena hadirnya sosok wanita yang sangat kau cintai itu.
Mungkin tahun ini doaku berbeda.
Aku hanya ingin kamu bahagia bersama wanita pilihanmu itu.
Aku ingin kamu segera lenyap dari pikiranku.
Aku ingin kita dapat bersifat lebih dewasa. Dan aku ingin kamu untuk tidak melupakan aku.
Mungkin doa ku belum sepenuhnya aku sampaikan kepada Tuhan. Namun aku harap kamu tau bahwa aku selalu mendoakanmu.
Selamat tahun baru kamu yang masih ada dipelukannya. Semoga tahun 2014 menjadi tahunmu.

Kamis, 19 Desember 2013

Kamu dan Masa Laluku

Kita hampir 2bulan menjalani hubungan ini. Kamu dan aku dipertemukan oleh sebuah perbincangan kecil melalui bbm. Iyaaa.. aku mulai nyaman dengan keberadaanmu,dan kamu pun juga seperti itu.
Aku tak pernah berfikir kalau nantinya aku dan kamu akan menjalani hubungan lebih dari sekedar teman.
Hari demi hari aku lewati bersamamu. Kamu yang perhatian,kamu yang selalu mengingatkanku untuk tidak lupa sholat. Ahh itu semua memang membuatku nyaman. Tapi entah kenapa sampai saat ini rasaku ke kamu tak bisa sepenuhnya aku berikan. Apakah aku belum yakin denganmu atau mungkin aku masih belum mampu melupakan masa laluku.
Aku berusaha sekuat hatiku untuk tetap memperlakukanmu secara baik dan utuh seperti masa laluku. Tapi nyatanya aku tak bisa melakukan itu semua. Aku masih terbayang-bayang akan sosok masa laluku itu.
Memang cintamu untuku sangat besar,tapi andai kamu tau cintaku untuk masa laluku lebih besar dari itu semua.

Aku tau ini salahku, aku tau ini ulahku. Aku membiarkanmu masuk terlalu dalam di kehidupanku. Aku membiarkanmu jatuh cinta kepadaku. Padahal aku tau, aku sampai saat ini belum mampu melupakan masa laluku. Andai aku dapat berkata jujur kepadamu tanpa menyakitimu. Aku akan melakukan itu semua. Tapi aku tau,pasti itu semua akan menyakitimu. Sekarang memang aku bahagia karena adanya kamu dihidupmu. Orang yang mampu membuatku menjadi lebih sempurna dari kekurangan yang ada di diriku. Orang yang mampu mencintaiku tanpa memandang warna kulitku,berat badanku, atau tinggi badanku. Katamu itu semua hanya angka yang tak akan mempengaruhi perasaan seseorang.
Kamu terlalu baik untuk aku miliki. Kamu terlalu polos untuk aku bohongi tentang perasaanku selama ini.

Aku selalu berusaha untuk melupakan masa laluku itu. Tapi entah kenapa sulit sekali untuk aku dapat melupakan itu semua. Yang ada aku selalu terbayang-bayang akan kenanganku bersamanya dan bukan bersamamu. Aku bingung harus berbuat apa untuk menjalani semua ini. Aku yang kamu kenal saat ini adalah bukan sosok diriku yang sebenarnya. Aku memang selalu berkata "aku menyayangimu" . Tapi apakah kamu tau kalau aku sedang berbohong?
Memang aku menyayangimu. Tapi maaf aku belum bisa untuk melupakan masa laluku itu.
Maaf mungkin aku mempermainkan perasaanmu.
Maaf mungkin aku selalu membohongimu.
Terimakasih untuk semua yang telah kamu berikan untukku.

Jumat, 06 Desember 2013

Ulang Tahunku Yang Ke-17

Hay kamu.. Aku rindu menyebut namamu dalam perbincangan dengan teman-temanku. Aku sudah tak pernah lagi menyebut namamu dalam perbincanganku dengan teman-teman. Tapi aku masih sering menyebutmu dalam perbincanganku dengan Tuhan dan kepada orangtuaku. Tepatnya aku masih mencintaimu dan aku belum mampu untuk bangkit dari itu semua. Aku memang merindukanmu. Tapi aku tak pernah bisa untuk menyampaikan rasa sesak yang ada di dalam hatiku. Sakit rasanya ketika aku harus meilhat kamu dengan wanita barumu bergandengan di depanku. Seharusnya aku yang berada disitu. seharusnya aku ,wanita yang kamu gandeng di depan teman-temanmu. 

Ketika aku menulis ini aku teringat wajah tampanmu yang biasanya menghampiriku di kelas hanya untuk sekedar bilang "Semangat sekolah ya" . Senyumu yang khas memaksaku untuk kembali ke masa lalu. Kembali membuka cerita-cerita tentangmu. Aku masih menyimpan semua kenangan kita. Dan sepertinya aku tak ingin untuk menghapusnya. Kamu masih menyimpan foto-foto cupu kita dulu? Kamu masih menyimpan sms-sms ku dulu yang tak pernah lelah untuk mengingatkanmu jangan lupa sholat,jangan telat makan,jangan kebanyakan futsal? ahh .. aku tau pasti kamu sudah tak mau lagi membahas itu semua. Parahnya kamu mengingkari janjimu yang akan menjadi orang special di ulang tahun ku yang ke-17. Taukah kamu aku menunggumu untuk datang di acara ulang tahunku? Bayangkan bagaimana bingungnya aku berfikir bagaiamana supaya aku bisa memberi undangan itu. Aku hanya ingin kamu datang. Aku ingin memberi potongan kue ke 3 untukmu bukan untuk orang lain. Kamu tak menghiasi sedikitpun di acara ulangtahunku. Di inbox ku pun tak ada namanu. Untuk sekedar mengucapkan "Selamat Ulang Tahun" pun kamu enggan. Berbeda dengan satu tahun yang lalu dan dua tahun lalu. Kamu masih jadi yang pertama mengucapkan "Selamat Ulang Tahun". Aku ingat betul ketika kamu rela tidak tidur hanya untuk ingin menjadi pengucap yang pertama saat ulang tahunku yang ke 15. Tapi kenapa di ulang tahunku yang ke 17 kamu tak seperti itu? Bagaimana bisa aku mengatakan bahwa ulang tahun ku yang ke-17 mengesankan sedangkan dihidupku pun kamu telah lenyap. 

Aku menulis ini saat aku merasa rindu dan meneteskan air mata hanya untuk mengingatmu. Sampai detik ini pun kamu belum memberiku ucapan. Ingatkah beberapa bulan yang lalu kamu mengatakan akan membelikanku hewan kesukaanku. Aku tak butuh kado darimu. Yang menjadi kado specialku adalah kehadiranmu saja,tidak lebih. Beruntungnya wanita barumu yang kamu temani saat dia menginjak 17 tahun. Berbeda denganku, saat aku menginjak 17tahun ternyata aku kehilanganmu. Mungkin tahun ini bukan tahunku dan tahunmu. Kita merayakan 17 tahun kita sendiri-sendiri. Kamu dengan wanita baru yang sangat kau cintaiku. Dan aku bersama lelaki baruku yang sangat mencintaiku. Semoga memang ini yang terbaik untukmu dan untuku.