Hay,kita bertemu lagi dengan Sepuluhjuni. Bedanya aku menjalani ini sendiri,kamu bersamanya. Ini bukan kali pertama kamu menjalani Sepuluhjuni bersama orang lain, tahun lalu pun kamu juga bersama dia .
Hey cowok yang suka futsal, kamu ingat 3tahun yang lalu aku dan kamu pertama kali bertemu. Saat itu kita bertemu pertama kalinya. Aku dan kamu adalah siswa baru disalah satu SMA. Saat itu kamu masih dengan wajah lugumu,dan saat itu juga aku mulai menyukaimu. Aku mulai mencari tau tentangmu. Dan suatu ketika aku mendapatkan nomor handpone mu. Awalnya aku ragu until berkenalan denganmu. Tapi rasa ragu itu tertutup dengan rasa penasaranku. Yaa... aku akhirnya mengirim pesan singkat untukmu. Dan tanpa aku duga responmu terhadap SMS ku sangat baik. Dan sejak saat itu aku mulai dekat denganmu. Tapi entah kenapa aku bisa bertahan denganmu tanpa adanya status dalam hubungan itu . Kadang aku merasa hanya remain,kadang aku merasa lebih dari teman. Ahh entah lah. Aku mulai mengikuti permainanmu. Dan aku terlalu dalam jatuh di dalam permanainanmu. Aku sangat mencintaimu dan parahnya kamu tidak mencintaiku. Aku tak masalah dengan itu semua. Karena cinta tak bisa dipaksakan. Satu tahun telah berlalu dan aku masih bertahan dengan status "Hanya Teman". Saat itu aku merayakannya denganmu. 2tahun telah berlalu kamu sudah bukan kamu yang dulu. Semenjak ada dia dihidupmu,kamu mulai berubah. Sudahlah,memang aku hanya kamu anggap hanya teman. Sepuluhjuni yang ke 2 kamu bersamanya dan srkarang Sepuluhjuni Yang Ke 3 pun kamu masih setia bersamanya. Aku salut terhadapmu,karena kamu setia terhadapnya.
Pagi ini aku yang bbm duluan. "Selamat tgl 10juni :)" dan kamu membalasnya "Selamat tanggal 10juni juga :)". Ahh hanya bbm seperti itu saja aku sudah senang melihatnya apa lagi kalau aku bisa menjalani Sepuluhjuni itu bersamamu. Bersyukurlah... itu yang aku ucapkan dalam hati. Kamu meningatnya saja sudah cukup membuat aku bahagia. Aku masih berharap tahun depan kamu mengingat Sepuluhjuni,walaupun mungkin kita tak akan pernah bertemu karena kamu Sudan mulai pendidikan. Dan mungkin saat itu aku telah bersama orang lain dan kamu juga. Tapi aku berharap kamu masih mengingat Sepluhjuni tanggal dimana aku dan kamu bertemu pertama kalinya.
Hey cowok rajin futsal,selamat tanggal Sepuluhjuni. Aku masih mencintaimu dan masih menunggumu.
Selasa, 10 Juni 2014
Adik Dan Sayang
Hubungan kita memang tak semanis seperti gula dan tak sepahit kopi.
Aku tak berharap banyak dari hubungan ini . Karena aku sadar aku bukan sosok wanita yang kamu harapkan. Aku tak secantik dan seanggun mantan-mantanmu. Aku sadar akan semua itu . Terkadang aku merasa takut bila didekatmu. Aku takut jika orang lain berfikir bahwa aku wanita yang tak tau diri karena berani-beraninya aku menyayangimu. Aku sadar bahwa aku tak akan layak menjadi wanita yang kamu gandeng disetiap moment specialmu. Tapi didalam lubuk hatiku yang paling dalam,terkadang aku ingin kau kenalkan dihadapan teman-temanmu. Wanita yang kamu panggil sayang dan yang tak kunjung kamu beri kepastian ini ingin kamu gandeng dihadapan teman-temanmu. Ahh apa mungkin pria sekeren kamu mau menggandeng wanita jelek dan gendut sepertiku? Pertanyaan itu terus berkutat dikepalaku.
Mungkinkan pertanyaanku itu akan terjawab? Ah entahlah..
Sayang .. kamu tau kalau aku benar-benar mencintaimu ?
Kamu tau kalau aku mulai mengaharapkanmu ?
Kamu tau kalau aku mulai resah jika tak ada kabar darimu ?
Aku benar-benar mulai takut untuk kehilanganmu.
Aku takut jika panggilan "sayang" tak hanya kau berikan kepadaku.
Memang umurku masih belasan tahun,berbeda dengan umurmu yang hampir menginjak 21tahun. Tapi aku tak pernah mempermasalahkan itu semua.
Yang aku tau aku menyayangimu.
Namun semenjak kedekatanku denganmu,semenjak kau memanggilku sayang ,aku mulai merasa beda dengan sikapmu terhadapku.
Kamu mulai seenaknya terhadapku,kamu sering tak membalas pesan singkatku. Berbeda dengan dulu saat kamu masih memanggilku "adik" . Kamu lebih perhatian ketika kamu memanggilku "adik" dari pada "sayang".
Ya mungkin itu hanya perasaanku saja, tapi nyatanya memang seperti itu .
Boleh aku untuk memintamu kembali seperti dulu?
Aku lebih nyaman dengan panggilan "adik" tetapi selalu kau beri perhatian dari pada kau panggil "sayang" tapi selalu kau acuhkan.
Mas,adik sakit jika terus-terusan kamu campakan.
Mas,adik juga lelah jika harus menghubungi mas duluan.
Mas,kapan mas sadar kalau adik menyayangi mas lebih dari sekedar kakak dan adik?
Mas,adik boleh pergi nggak ? Biar adik nggak telalu dalam menyayangi mas.
Kalau mas tak rela adik pergi,jangan patahin hati ini .
Hati ini cuma buat mas. Mas yang mampu membuatku melupakan masa laluku.
Tapi jika mas memperbolehkan aku pergi,aku akan pergi dengan senang hati.
Karena aku tau keputusan mas adalah keputusan yang terbaik untuk aku dan mas.
Aku tak berharap banyak dari hubungan ini . Karena aku sadar aku bukan sosok wanita yang kamu harapkan. Aku tak secantik dan seanggun mantan-mantanmu. Aku sadar akan semua itu . Terkadang aku merasa takut bila didekatmu. Aku takut jika orang lain berfikir bahwa aku wanita yang tak tau diri karena berani-beraninya aku menyayangimu. Aku sadar bahwa aku tak akan layak menjadi wanita yang kamu gandeng disetiap moment specialmu. Tapi didalam lubuk hatiku yang paling dalam,terkadang aku ingin kau kenalkan dihadapan teman-temanmu. Wanita yang kamu panggil sayang dan yang tak kunjung kamu beri kepastian ini ingin kamu gandeng dihadapan teman-temanmu. Ahh apa mungkin pria sekeren kamu mau menggandeng wanita jelek dan gendut sepertiku? Pertanyaan itu terus berkutat dikepalaku.
Mungkinkan pertanyaanku itu akan terjawab? Ah entahlah..
Sayang .. kamu tau kalau aku benar-benar mencintaimu ?
Kamu tau kalau aku mulai mengaharapkanmu ?
Kamu tau kalau aku mulai resah jika tak ada kabar darimu ?
Aku benar-benar mulai takut untuk kehilanganmu.
Aku takut jika panggilan "sayang" tak hanya kau berikan kepadaku.
Memang umurku masih belasan tahun,berbeda dengan umurmu yang hampir menginjak 21tahun. Tapi aku tak pernah mempermasalahkan itu semua.
Yang aku tau aku menyayangimu.
Namun semenjak kedekatanku denganmu,semenjak kau memanggilku sayang ,aku mulai merasa beda dengan sikapmu terhadapku.
Kamu mulai seenaknya terhadapku,kamu sering tak membalas pesan singkatku. Berbeda dengan dulu saat kamu masih memanggilku "adik" . Kamu lebih perhatian ketika kamu memanggilku "adik" dari pada "sayang".
Ya mungkin itu hanya perasaanku saja, tapi nyatanya memang seperti itu .
Boleh aku untuk memintamu kembali seperti dulu?
Aku lebih nyaman dengan panggilan "adik" tetapi selalu kau beri perhatian dari pada kau panggil "sayang" tapi selalu kau acuhkan.
Mas,adik sakit jika terus-terusan kamu campakan.
Mas,adik juga lelah jika harus menghubungi mas duluan.
Mas,kapan mas sadar kalau adik menyayangi mas lebih dari sekedar kakak dan adik?
Mas,adik boleh pergi nggak ? Biar adik nggak telalu dalam menyayangi mas.
Kalau mas tak rela adik pergi,jangan patahin hati ini .
Hati ini cuma buat mas. Mas yang mampu membuatku melupakan masa laluku.
Tapi jika mas memperbolehkan aku pergi,aku akan pergi dengan senang hati.
Karena aku tau keputusan mas adalah keputusan yang terbaik untuk aku dan mas.
Minggu, 08 Juni 2014
Kapasitasku adalah ADIK
Awal pertemuanku denganmu mungkin sebenarnya tak terduga.
Kamu kekasih kakakku, dan aku sangat tau persis kalau kamu sangat mencintai kakakku begitu dalam.
Aku tak pernah menduga bahwa hubunganmu dengan kakakku akan cepat berakhir, namun karena kandasnya hubunganmu dengan kakakku aku dan kamu mulai dekat.
Kamu itu sosok yang sangat asik untuk diajak bercerita,kamu itu dewasa,kamu rajin Ibadan dan yang paling aku suka kamu sangat jauh dengan kata "rokok". Yaa menurutku kamu adalah pria yang jadi idaman banyak wanita . Tapi aku tak habis pikir ketika kakakku menyia-nyiakanmu. Begitu bodohnya dia karena telah meninggalkanmu.
Ah sudahlah itu semua bukan menjadi urusanku. Yang aku tau sekarang adalah aku mulai dekat denganmu semanjak berpisahnya kamu dengan kakakku.
Lucu memang jika orang lain tau tentang kedekatan kita.
Pasti mereka akan berfikir betapa jahatnya aku karena telah menghianati kakakku sendiri. Ahh aku tak merasa menghianatinya,Karena mereka saat ini tak punya hubungan apa-apa.
Kamu begitu perhatian denganku,saat aku dirawat dirumah sakit pun kamu rela menemaniku dan tidak tidur semalaman. Sejak itu aku mulai merasa bahwa kamu mulai menyayangiku.
Setelah aku pulang dari rumah sakit,aku dan kamu mulai sering menjalin komunikasi. Entah sekedar menanyakan lagi apa atau bagaimana kabarmu ?. Sapaan-sapaan kecilmu mulai sering muncul dilayar HPku. Aku dan kamu mulai memberanikan diri untuk memberikan perhatian-perhatian kecil. Jujur aku mulai nyaman dengan itu semua. Apalagi semenjak kamu memanggilku dengan kata "sayang" dan tak lagi memanggilku dengan kata "adik". Saat itu aku mulai berfikir keras untuk menyayangimu atau tidak. Tapi entah awalnya bagaimana aku benar-benar jatuh cinta denganmu. Aku mulai takut kehilanganmu,aku mulai gelisah ketika tak ada kabar darimu. Ahh!! Kenapa aku mulai nyaman denganmu ? Aku takut jika ini hanya ketertarikan sesaat. Tapi entah kenapa aku bisa yakin bahwa kamu menyukaiku.
Seiring berjalannya waktu,aku mulai menanyakan tentang hubunganku denganmu.
Yaaa.. kamu seperti pria-pria diluar sana mulai berbeda ketika ditanyai tentang status. kamu mulai berbeda setelah aku bertanya "sebenarnya kita itu apa?" . Berulang kali aku bertanya seperti itu dan jawabnmu masih sama "kita jalani aja dulu". wanita mana yang mau jika hanya diberi jawaban seperti itu ? Aku hanya menjawab "iya" karena aku tak ingin berdebat denganmu.
Ya.. aku mengikuti alur ceritamu dan Baku meng"iya"kan semua apa maumu.
Namun dengan lugunya dan bodohnya aku,aku menanyakan "sebenarnya kita itu apa?" Lagi denganmu. Tapi kali ini aku tak pernah menyesali pertanyaanku itu . Kamu menjawab dengan lugu. "Sayangg,bukankah lebih nyaman jika kita hanya kakak adik saja?".
Jawaban itu sebenarnya bukan yang aku mau. Dengan berat hati aku menjawab "iya emang lebih enak kakak adik ya yang?yaudah kita kakak adik aja ya sayangg :*" .
Seharusnya kamu tau itu jawaban dariku bukan dari hatiku. Semenjak pernyataanmu bahwa kamu hanya menganggapku adik, aku mulai berfikir bahwa panggilan "sayangg" bisa kamu berikan ke siapapun selain aku karena aku hanya "adikmu"
Dari seseorang yang hanya kamu anggap adik mas :'))
Kamu kekasih kakakku, dan aku sangat tau persis kalau kamu sangat mencintai kakakku begitu dalam.
Aku tak pernah menduga bahwa hubunganmu dengan kakakku akan cepat berakhir, namun karena kandasnya hubunganmu dengan kakakku aku dan kamu mulai dekat.
Kamu itu sosok yang sangat asik untuk diajak bercerita,kamu itu dewasa,kamu rajin Ibadan dan yang paling aku suka kamu sangat jauh dengan kata "rokok". Yaa menurutku kamu adalah pria yang jadi idaman banyak wanita . Tapi aku tak habis pikir ketika kakakku menyia-nyiakanmu. Begitu bodohnya dia karena telah meninggalkanmu.
Ah sudahlah itu semua bukan menjadi urusanku. Yang aku tau sekarang adalah aku mulai dekat denganmu semanjak berpisahnya kamu dengan kakakku.
Lucu memang jika orang lain tau tentang kedekatan kita.
Pasti mereka akan berfikir betapa jahatnya aku karena telah menghianati kakakku sendiri. Ahh aku tak merasa menghianatinya,Karena mereka saat ini tak punya hubungan apa-apa.
Kamu begitu perhatian denganku,saat aku dirawat dirumah sakit pun kamu rela menemaniku dan tidak tidur semalaman. Sejak itu aku mulai merasa bahwa kamu mulai menyayangiku.
Setelah aku pulang dari rumah sakit,aku dan kamu mulai sering menjalin komunikasi. Entah sekedar menanyakan lagi apa atau bagaimana kabarmu ?. Sapaan-sapaan kecilmu mulai sering muncul dilayar HPku. Aku dan kamu mulai memberanikan diri untuk memberikan perhatian-perhatian kecil. Jujur aku mulai nyaman dengan itu semua. Apalagi semenjak kamu memanggilku dengan kata "sayang" dan tak lagi memanggilku dengan kata "adik". Saat itu aku mulai berfikir keras untuk menyayangimu atau tidak. Tapi entah awalnya bagaimana aku benar-benar jatuh cinta denganmu. Aku mulai takut kehilanganmu,aku mulai gelisah ketika tak ada kabar darimu. Ahh!! Kenapa aku mulai nyaman denganmu ? Aku takut jika ini hanya ketertarikan sesaat. Tapi entah kenapa aku bisa yakin bahwa kamu menyukaiku.
Seiring berjalannya waktu,aku mulai menanyakan tentang hubunganku denganmu.
Yaaa.. kamu seperti pria-pria diluar sana mulai berbeda ketika ditanyai tentang status. kamu mulai berbeda setelah aku bertanya "sebenarnya kita itu apa?" . Berulang kali aku bertanya seperti itu dan jawabnmu masih sama "kita jalani aja dulu". wanita mana yang mau jika hanya diberi jawaban seperti itu ? Aku hanya menjawab "iya" karena aku tak ingin berdebat denganmu.
Ya.. aku mengikuti alur ceritamu dan Baku meng"iya"kan semua apa maumu.
Namun dengan lugunya dan bodohnya aku,aku menanyakan "sebenarnya kita itu apa?" Lagi denganmu. Tapi kali ini aku tak pernah menyesali pertanyaanku itu . Kamu menjawab dengan lugu. "Sayangg,bukankah lebih nyaman jika kita hanya kakak adik saja?".
Jawaban itu sebenarnya bukan yang aku mau. Dengan berat hati aku menjawab "iya emang lebih enak kakak adik ya yang?yaudah kita kakak adik aja ya sayangg :*" .
Seharusnya kamu tau itu jawaban dariku bukan dari hatiku. Semenjak pernyataanmu bahwa kamu hanya menganggapku adik, aku mulai berfikir bahwa panggilan "sayangg" bisa kamu berikan ke siapapun selain aku karena aku hanya "adikmu"
Dari seseorang yang hanya kamu anggap adik mas :'))
Langganan:
Komentar (Atom)